Kami khawatir anaknya yang ketiga ini dalam bahaya jika tidak dilakukan penanganan medis
Pandeglang (KABARIN) - Pasangan keluarga sederhana di Kabupaten Pandeglang, Banten, tengah berjuang menyelamatkan buah hati mereka yang baru berusia dua bulan. Bayi bernama Muhamad Farhan Al Baihakki itu lahir dengan kondisi kelainan usus di luar perut dan kini membutuhkan bantuan donatur untuk menjalani pengobatan serta operasi medis.
Farhan merupakan warga Kampung Situgaru RT04 RW01, Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Sang ayah, Sohani, mengaku kebingungan memikirkan biaya rumah sakit dan operasi anaknya karena kondisi ekonomi keluarga yang sangat terbatas.
"Kami merasa bingung untuk biaya menjalani operasi, karena tak memiliki uang," kata Sohani di Pandeglang, Minggu.
Sehari-hari, Sohani bekerja sebagai buruh penggembala kambing milik tetangga dengan penghasilan yang tidak menentu. Penghasilannya disebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, apalagi membiayai pengobatan sang anak.
"Kami hanya bisa berdoa dan berusaha, tapi tanpa bantuan orang-orang baik, sulit sekali untuk melanjutkan pengobatan Farhan," ujar Sohani.
Ia juga mengaku tidak menyangka anak laki-laki ketiganya lahir dalam kondisi yang tidak sempurna.
Farhan diketahui mengalami kelainan bawaan berupa usus berada di luar perut atau dalam istilah medis disebut gastroskisis dan omfalokel sejak lahir.
Kondisi tersebut membuat Farhan harus mendapatkan penanganan medis intensif dan operasi secepat mungkin agar kesehatannya tidak semakin memburuk.
"Kami khawatir anaknya yang ketiga ini dalam bahaya jika tidak dilakukan penanganan medis," kata Sohani.
Menurut keluarga, biaya pengobatan dan operasi yang tinggi kini menjadi beban berat bagi mereka.
Masyarakat yang ingin membantu pengobatan Muhamad Farhan Al Baihakki dapat menghubungi langsung pihak keluarga melalui nomor 0838-7574-1532 untuk koordinasi bantuan dan donasi.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026